Rumah Sakit Umum Bengkulu pertama kali berdiri di Jl. A. Yani (Kampung Cina) pada tahun 1922, yang kini menjadi lokasi Kantor Pos Bengkulu. Pada tahun 1925, rumah sakit pindah ke Anggut Atas, daerah Ratu Agung yang sekarang dikenal dengan Jl. Soekarno-Hatta.
Pada masa itu, rumah sakit dipimpin oleh seorang dokter Belanda, dr. Briunkop, yang didampingi oleh dr. Assikin dari Indonesia. Tenaga kesehatan lainnya terdiri dari beberapa perawat (Zickken Opesser), dua staf administrasi, dan seorang pelayan. Saat itu, Bengkulu masih merupakan bagian dari Karesidenan Sumatera Selatan.
Tahun 1977, rumah sakit dipindahkan ke Padang Harapan hingga tahun 1995. Berkat kerja keras jajaran pimpinan dan staf, pada 7 Maret 1978 rumah sakit resmi dioperasikan oleh Menteri Kesehatan Prof. G.A Siswabessy. Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi RSUD dr. M. Yunus.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 51/Menkes/SK/II/1978, rumah sakit ditetapkan sebagai Rumah Sakit Kelas C. Kemudian, melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 1065/Menkes/SK/XI/1992, statusnya meningkat menjadi Rumah Sakit Tipe B Non Pendidikan.

Sejarah Perkembangan RSUD dr. M. Yunus Bengkulu
Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 445.28.366 tanggal 10 Juli 1995, RSUD dr. M. Yunus Bengkulu resmi menjadi Rumah Sakit Umum Swadana Daerah, yang diperkuat dengan Peraturan Daerah No.14 Tahun 1994 tanggal 22 November 1994 dan Surat Keputusan Direktur No.655 Tahun 1995 tanggal 13 Desember 1995.
Berdasarkan Peraturan Daerah No.7 Tahun 2002 tentang Organisasi RSUD dr. M. Yunus Bengkulu, ditetapkan bahwa rumah sakit ini merupakan Lembaga Teknis Daerah berbentuk Badan. Selain itu, RSUD dr. M. Yunus juga menjadi Lembaga Pendidikan Akademi Keperawatan Provinsi Bengkulu.
Pada tahun 1996, Rumah Sakit Umum Provinsi Bengkulu dipindahkan ke lokasi Desa Sidomulyo, Kota Bengkulu yang menjadi lokasi operasional hingga saat ini. Selanjutnya, pada 25 November 1997, RSUD dr. M. Yunus Bengkulu diresmikan oleh Prof. Dr. Sujudi dan tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Jadi RSUD dr. M. Yunus Bengkulu.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No.1413/MENKES/SK/XII/2006 tanggal 15 Desember 2006, RSUD dr. M. Yunus Bengkulu ditetapkan menjadi Rumah Sakit Tipe B Pendidikan sekaligus Rumah Sakit Rujukan tertinggi di Provinsi Bengkulu. Kemudian, pada 29 Desember 2009, melalui SK Gubernur No.320 XXVII, rumah sakit ini ditetapkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Landasan Tugas & Peran RSUD dr. M. Yunus Bengkulu
Berdasarkan Keputusan Direktur RSUD dr. M. Yunus Bengkulu Nomor: 821/11306/SK/UM.4 tanggal 2 Januari 2004 tentang uraian tugas pejabat struktural dan fungsional/instalasi di lingkungan rumah sakit, RSUD dr. M. Yunus Bengkulu ditetapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Tertinggi di Provinsi Bengkulu.
Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan, RSUD dr. M. Yunus berkewajiban memperhatikan dasar-dasar pembangunan kesehatan sebagai bagian integral dalam mendukung pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat, yang berlandaskan pada prinsip:
- 🤝 Perikemanusiaan – mendahulukan nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.
- 💡 Pemberdayaan & Kemandirian – mendorong masyarakat untuk berdaya dan mandiri dalam menjaga kesehatan.
- ⚖️ Adil & Merata – memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara.
- 🎯 Pengutamaan & Manfaat – mengutamakan tindakan yang memberi manfaat nyata bagi pasien dan masyarakat.
| No | Nama Direktur | Masa Jabatan | |
|---|---|---|---|
| 1 | dr. Edy Lim Cien | 1958 – 1963 | |
| 2 | dr. Ong Khe Haw | 1963 – 1964 | |
| 3 | dr. Ong Ek Wie | 1964 – 1966 | |
| 4 | dr. Imran Chatib | 1966 – 1968 | |
| 5 | dr. Umar Salim | 1968 – 1972 | |
| 6 | dr. Zulkifli Caniago | 1972 – 1974 | |
| 7 | dr. M. Sani Yusuf | 1974 – 1976 | |
| 8 | dr. Ngudiharjo | 1976 – 1979 | |
| 9 | dr. Hans Mansyur | 1979 – 1982 | |
| 10 | dr. A. Sujudi MHA | 1982 – 1994 | |
| 11 | dr. M. Zayadi Hoesein Sp.OG | 1994 – 2001 | |
| 12 | dr. Suhardi M Nur | 2001 – 2004 | |
| 13 | dr. Sarifuddin | 2004 – 2007 | |
| 14 | dr. Zaini Dahlan Sp.PD | 2007 – 2008 | |
| 15 | dr. Zulman Zuri Amran | 2008 – 2011 | |
| 16 | dr. H. Yusdi Zahrias Tazar M.Kes | 2011 – 2012 | |
| 17 | drg. Daisy Novira MARS | 2012 – 2014 | |
| 18 | dr. H. Supardi MM | 2015 – 2016 | |
| 19 | dr. Zulkimaulub Ritonga Sp.An | 2016 – 2021 | |
| 20 | dr. Anjari Wahyu Wardhani MKM, FISqua | 2022 – 2024 | |
| 21 | dr. Ari Mukti Wibowo | 2024 – 2025 | |
| 22 | dr. Hery Kurniawan | 2025 – Sekarang |
Tujuan dan Sasaran Strategis RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu
RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Provinsi Bengkulu terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Berbagai upaya dilakukan tidak hanya untuk penyembuhan pasien, tetapi juga mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Sesuai dengan tugas dan fungsi yang diemban, serta dengan mempertimbangkan potensi, kendala, peluang, dan tantangan yang mungkin timbul, RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu pada tahun anggaran 2015 menetapkan tujuan dalam bentuk sasaran-sasaran strategis. Sasaran ini disusun dengan mengacu pada Rencana Strategis RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Tahun Anggaran 2015–2019.
Langkah strategis ini diambil dalam rangka memberikan arah dan menetapkan kebijakan yang jelas, sehingga capaian kinerja RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu dapat berjalan secara efektif dan efisien. Sasaran-sasaran strategis tersebut merupakan bentuk nyata implementasi dari visi dan misi rumah sakit.
Rumusan visi dan misi RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu disusun selaras dengan visi dan misi Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu, dengan tetap berfokus pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi pedoman utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, modern, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.